Puisi : Rusiah

Salam, semoga pembaca dan penulis selalu dalam lindungan-Nya. 

Saya menulis blog ini sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya, tentunya banyak, dan semoga bermanfaat.

Selamat membaca Terusa!

-

Sebut saja gunung di daerah jawa Tengah yang saya kunjungi beberapa hari yang lalu, tidak banyak yang menarik karena saya sudah pernah kesana, tetapi kesannya tidak pernah hilang, satu kata “cantik”, selama saya duduk lalu memandang dari kaca mobil, awan yang terlihat rapi bagai disisir, cukup memanjakan mata saya, ya, sangat bagus.

Dalam benak saya mulai muncul banyak inspirasi tak terduga untuk dituangkan dalam karya, salah satunya di blog ini.

-

Saya menulis puisi ini tidak serta merta sia-sia, melainkan menceritakan betapa bahagianya saya disana, bukan karena gunung yang berjejer rapi, tetapi saya menyimpan sesuatu disana, tentunya rahasia.

-

Judul :

Rusiah

Nona naik dalam lamunan

Pergi meninggalkan daratan menuju puncak

Berliku bagai kisah dan jalan

Dihadang api gelisah, sudahkan sampai?

            Biru dan jingga menyatu padu

        Semudah merajut benang yang membentang

            Siapakah penabur bulan dan Bintang?

            Aku ingin membeli pinta

                        Terlukis tetapi sukar dilihat

 Tertata rapi supaya disenangi

                        Disimpan untuk dikenal bumi

                        Dipandang agar berpaling sisi

Tuhan memetik nanti

Rasanya pasti legi

Yang tergarisi bertemu dengan sudut

Yang mencari bertemu dengan pucuk

-

Sekian sepenggal dari bait-bait yang saling memadu satu sama lain, semoga karya tersebut dapat menginspirasi dan dinikmati.

-

Kamus bahasa asing :

~ Rusiah : Rahasia

~ Legi : Manis

                       

 

 

 

Komentar

Postingan Populer