AKU TIDAK PERNAH TAHU, AKU ADA DIMANA?

Semakin dewasa semakin tumbuh juga ego kita, entah siapa yang paling berambisi, diriku atau mereka, orang terdekat saja belum tentu mengerti apa yang kita rasakan, sekalipun orang yang melahirkan kita, kamu tau ga capenya selalu nurut dan memahami orang lain, kamu pernah ga sesekali ga dikekang kayak hewan peliharaan, semakin dewasa sepertinya aku tidak perlu mendapatkan banyak atensi, kadang hidupku merasa seperti binatang kadal, dimana aku tinggal, disitu pula aku harus mengerti orang lain, kadang ini sangat melelahkan, harus terus mengalah, mengapa orang lain tidak pernah mau memahami ku di saat genting? Terlalu banyak orang egois yang ku temui, ini benar-benar terasa tidak adil, aku sudah mencoba segala cara agar aku selalu berpikir bahwa diriku saja yang memang egois, tapi nyatanya semua pikiran itu hancur sia-sia, karena berakhir pada gangguan yang selalu menyerang jiwa ku, bahkan kadang gangguan makan yang ku dapat karena memikirkan hal-hal yang seperti itu, ingin rasanya menangis, tetapi sudah terlalu sering, berkali-kali aku mencoba untuk kuat namun patah juga, sekali lagi tidak ada yang pernah mengerti diriku seperti apa, memiliki orang tua lengkap, dengan pendidikan yang kurang maksimal adalah masalah yang kerap kali terjadi, sekali lagi berkali-kali aku mencoba memahamkan diriku agar mengerti, tapi sesak rasanya, seperti menimbun bangkai yang akhirnya tercium, amarah itupun meledak juga, rumahku sebenarnya seperti neraka dan surga, tidak menjamin selalu bahagia dan kerap kali terasa panas, tidak ada yang bisa ku salahkan, aku dan mereka juga salah, ego yang menjadikan keduanya saling menusuk hati satu sama lain, kerap kali aku mencoba menjaga mulut ku agar diam supaya suasana tidak memperkeruh suasana, tetapi justru aku menangkap bahwa pandangan mereka makin salah kaprah, mereka selalu menganggapku dan memperlakukan ku seperti masa muda mereka yang susah, harus terus berjuang, membatasi segala fasilitas, perhitungan terhadap segala sesuatu, mengapa? Agar aku siap menjadi orang susah kapanpun? Niat mereka baik, tapi tidak sejalan dengan pemikiranku, mereka ingin aku berkembang, maju, bergerak dan terlihat oleh mereka, tetapi apakah cita-citaku sama dengan visi misi mereka selama ini, sepertinya tidak, tetapi mereka tidak pernah memahami apa itu profesi, apa fungsi menjadi orang yang dibawah, mereka selalu menuntut agar aku tidak bermental karyawan, bermental bawahan, aku tidak pernah memikirkan itu semua, aku selalu berjalan dimana jalur ku berada, mereka tidak akan pernah paham, dan mungkin selamanya tidak akan pernah paham, tulisan ini kubuat setelah aku beradu argumen tadi pagi, yang membuat aku harus melawan mereka yang telah merawatku dengan susah payah, aku tidak pernah tau apa yang harus kulakukan, aku telah mencoba menerima tetapi hatiku meronta bahwa ini sulit dibiarkan.

Komentar

Postingan Populer