Unknow Person (1)

 

Remang-remang kumpulan cerita beberapa tahun yang lalu masih tersimpan rapi dalam ingatanku, entah bagaimana aku mengungkapkannya, aku tidak bisa mendeskripsikan itu, begitu rumit namun sangat berarti dalam hidupku, aku memanggilnya bintang. Bintang yang menerangi malam, terlihat kecil bahkan sepele, namun memiliki bentuk asli yang lebih besar dan berarti dalam realita fakta, tetapi beberapa kali aku melihat bintang mati yang jatuh dan tak memiliki makna lagi, bahkan tak dapat ku temukan dalam dimensiku.

Aku mengenalnya beberapa tahun yang lalu, kurang lebih 4 tahun , kita sempat berbincang-bincang via messenger, hanya sebatas teman, tetapi entah mengapa rasa kagum itu tiba-tiba muncul dan menjelma menjadi suatu perasaan yang tidak pernah ku mengerti asal muasalnya.

Laki-laki yang memiliki paras yang biasa namun memikat karena kepandaiannya dalam berpfikir dan menyikapi, aku merasa selalu terjaga setiap kali aku mengingat sosok itu, dia bukan sosok biasa, dia sangat luar biasa, mampu mnegubah pola pikir ku yang masih tumpul menjadi terperinci tanpa harus berkomunikasi dengannya,.

Aku selalu bersyukur, aku mengenalnya, walaupun tidak memiliki kesan “dekat” atau bahkan di anggap sebelah mata saja, sekali lagi aku tidak mengapa dan tidak mempermasalahkan itu, sesekali aku berkabar dia pun juga begitu, walaupun hanya berupa ucapan saat aku diterima di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, entah aku yang terlalu mendramatisir atau berlebihan, sosok itu memeliki energi positif yang selalu aku lihat entah bagaiamana ia bersikap dari kesederhanaan ataupun pola pikirnya, sekaligus ia memiliki kepiawaian dalam menulis kaligrafi arab, aku rasa, aku cukup mengenalnya sejauh ini.

4 tahun aku mengenalnya, 4 tahun juga aku tidak pernah tertarik dengan siapapun kecuali sosok itu, sosok itu selalu membentengi diriku dari hal-hal yang berbau zina, walaupun itu hidayah dari yang di-Atas, tetapi mungkin  ini perantaranya. Sesekali aku tertarik dengan sosok lain, tetapi tidak pernah bertahan lama, sekejap saja perasaan itu tiba-tiba hilang, padahal  sosok lain jelas lebih nyata daripada sosok itu.

Ini adalah bagian pertama yang aku tulis untuk seseorang yang mungkin tidak pernah menyadari telah memberikanku makna yang dalam dengan diamnya, dengan bau kesederhanaannya, dengan pola pikir dewasa, dan beberapa hal lain yang ku kagumi dari sosok ini.

Komentar

Postingan Populer